*** Om Swastyastu.Selamat Datang di Website Lembaga Pendidikan Pasraman Ganesha Brahmachari.Om Santih Santih Santih Om***

Páginas

Minggu, 26 Juli 2015

Jaring-Jaring Laba-Laba menyelamatkan Prajurit Muda



Seorang prajurit muda berada dalam pertempuran yang mengerikan dan dia mengalami keputus asaan.

Musuh-musuhnya telah dikalahkan oleh pemuda itu.

Namun, dikarenakan putus asa dia kemudian mulai mundur dari pertemburan. Dia kemudian berlari kencang menuju hutan. Musuh-musuhnya melihat dia berlari, lalu mengejarnya.

Pria muda itu berlari keras dan cepat, penuh rasa takut dan putus asa.  Dia hingga terpisah dari teman-temannya.

Dia akhirnya tiba di hutan dengan penuh bebatuan. Dia akhirnya sampai di sebuah Gua.

Dia mengetahui bahwa musuh-musuhnya masih mengejarnya. Dia sudah kelelahan dan akhirnya bersembunyi.

Setelah dia merangkak ke dalam gua, dia jatuh dalam jurang Gua yang gelap. Dia menangis dan memohon kepada Tuhan untuk menyelamatkannya dan melindunginya dari musuh.

Dia juga berjanji kepada Tuhan, Jika Tuhan menyelamatkannya maka dia akan bertobat dan akan melayani Tuhan dan ciptaannya.


Pada saat dia berdoa dengan mengangkat tangannya sambil menengadah. Dia melihat seekor laba-laba mulai menenun jaring di pintu masuk gua.
 

Dia melihat benang halus ditarik perlahan-lahan di mulut gua, tentara muda itu mulai merenung.

Dia berpikir, "Aku memohon kepada Tuhan untuk memberikan perlindungan, dan Beliau mengirimkan laba-laba sebagai gantinya. Bagaimana bisa laba-laba menyelamatkanku?"

Tiba-tiba ia mendengar suara musuhnya. Salah satu Prajurit musuh dengan membawa tombak berjalan menuju pintu masuk gua. Namun, ketika melihat jaring laba-laba telah menutupi pintu gua, prajurit itu kemudian mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam gua.


Ia mundur dan memanggil kawannya, "tidak ada orang di sini. Ayo kita lanjutkan pencarian."

Beberapa Tahun kemudian, Prajurit Muda itu keluar dari Gua. Kemudian dia menemukan sebuah padepokan seorang Maha Rsi. Lalu dia menjadi murid dari sang Maha rsi dan melakukan pelayanan kepada semua umat.


Ketika pengukuhan menjadi murid, Ia menulis : "Tuhan ada dimana, di dalam seekor laba-laba yang membuat jaring pada dinding batu. Tuhan tidak berada pada dinding batu yang ada jaring laba-laba.

Selasa, 30 Juni 2015

Kisah Kresna: Orang miskin yang mencari bantuan dari raja

Ada orang miskin yang sedang berkunjung kepada seorang raja untuk mengetahui cara untuk menghilangkan kemiskinan nya.

Ketika ia sedang mendekati istana, para penjaga memintanya untuk menunggu di luar ruang  sang raja.

Orang miskin menunggu untuk sementara waktu. Tapi Raja tidak segera muncul.

Jadi dia hanya mengintip ke dalam ruangan melalui jendela dan di sana ia menemukan raja sedang berlutut di hadapan Tuhan dan secara khusuk berdoa kepada Tuhan memohon pertolongan.

Setelah melihat ini, orang miskin itu memutuskan untuk pergi tanpa bertemu sang raja.

Para penjaga bertanya kepadanya mengapa dia pergi, dia bilang dia melihat raja dan dirinya berada dalam masalah yang sama.

Keduanya pengemis dan membutuhkan bantuan.

Akhirnya, karena raja selalu berlindung dan memohon  bantuan kepada Tuhan, maka  ia memutuskan bahwa lebih baik memohon perlindungan dan memohon bantuan kepada Tuhan dari pada memohon kepada sang Raja.

Pesan Moral dari cerita:

Kita benar-benar sendirian di dunia ini. Meskipun kita mungkin memiliki keluarga, sekolah atau kantor namun kita sendiri yang akan menerima karma kita. Ketika kita sakit, kita merasakan sakit sendirian. Mereka mungkin akan memberikan pertolongan kepada kita, namun mereka tidak merasakan sakit yang kita rasakan.

Ketika kita menghadapi ujian, atau menghadiri wawancara, dll, kita sendirian. Satu-satunya teman kita di semua keadaan adalah Tuhan.