*** Om Swastyastu.Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937.Om Santih Santih Santih Om***

Páginas

Rabu, 08 April 2015

HINDU DAN PERBEDAAN


Om Swastiastu | Om Shri Sai Ram | Hare Krishna | Namaskar

Agama Hindu tidak alergi dengan perbedaan. Sebab, ajaran Veda mencakup seluruh alam semesta dan menghormati perbedaan dalam cara mencapai tujuan kedamaian, kejernihan dan kebahagiaan secara harmonis. Agama Hindu secara global merupakan sebuah kesatuan di atas perbedaan dan yang mengikat kita semua adalah ajaran Veda. Di manapun Veda itu dianut akan terjadi pembentukan pola pikir umatnya akan mengayomi, mengangkat, dan memaknai budaya lokal. Sehingga ajaran Veda tersebut akan menjelma menjadi kesadaran bahwa hidup kita ini harus dilakoni atas kesamaan di atas segala perbedaan.

Sehingga tidak percuma kita diberikan kemampuan untuk berpikir kalau kita tidak mampu mengelola perbedaan itu menjadi sebuah keindahan. Pertama-tama saya menghayati dengan memperhatikan perbedaan yang ada pada diri saya dengan saudara saudara yang lain. Selanjutnya saya mengamati saudara Hindu dari bermacam-macam negara, bangsa dan suku, ada dari India, Eropa, Amerika, Malaysia, Afrika, Canada, Singapore, Nepal, Indonesia dsb. Pertama yang muncul di hati saya adalah rasa syukur sebab Agama Hindu saya tidak pernah mengajarkan melarang bergaul dengan orang ini atau mebatasi pergaulan dengan orang lain. 

Yang beragama Hindu dapat melakukan upacara persembahyangan yang sangat berbeda. Saya sangat bangga melihat kekayaan dalam perbedaan ini dan tidak ada perasaan yang aneh. Saya sangat bangga menjadi orang Hindu yang diajarkan tidak alergi dengan perbedaan. Saya sangat bangga menjadi pengikut Veda yang memberikan kebebasan berbudaya, berkesenian dan berkreatifitas dalam tatanan langkah menuju Sang Pencipta. 

Rasa enak itu tidak lain dari campuran yang terdiri dari perbedaan yang telah terukur dosisnya. Itu berarti kita manusia diajarkan dan harus mampu mengelola perbedaan itu menjadi sesuatu yang menimbulkan rasa enak, menimbulkan kesan indah dan menimbulkan suara merdu. Semuanya itu adalah bersumber dari ajaran Veda, mengelola perbedaan menjadi sesuatu yang dapat membahagiakan.

Anggap ini sebuah kesempatan untuk lebih mengenal perbedaan ini yang ada dalam konteks Agama Hindu jaman sekarang supaya juga terlihat landasan kesamaannya antara kita semua. Silahkan dimulai dengan lebih mempelajari dan mengenal sekte, aliran, kelompok, ashram dan perkumpulan berkaitan dengan ajaran hindu yang ada di Indonesia, sampai perbedaan itu dapat diolah menjadi sebuah kesan keindahan.
Bila ada sekte, aliran, kelompok, ashram atau perkumpulan berkaitan dengan hindu lain yang perlu ditambah di sini mohon dikasih tahu. Semakin lengkap pemahaman kita tentang perbedaan yang ada, semakin ia akan bermanfaat pula dalam kembangkan wawasan dan kesadaran kita tentang ajaran Veda.

Om, Santih, Santih, Santih, Om | Om Shri Sai Ram | Jay Hare Krishna | Sarvam Shantih

Minggu, 05 April 2015

Cerita dari Vrindavana: Baladewa menjadi Kresna sehari!

Suatu hari, keinginan Balarama untuk berpakaian seperti Krishna, ia memohon kepada Khishna untuk memakai bulu-bulu Merak nya dan memainkan seruling hanya satu hari. Kresna yang menyayangi kakaknya, setuju dan memberikan bulu merak dan serulingnya kepada Balarama. Kresna hangat memeluk dan kemudian Baladewa tertawa dengan gembira, berlari pergi dan memainkan seruling itu.

Sementara itu di Mathura, raja Kamsa hendak mengirim Kuda jahat, Keshi untuk membunuh Kresna. Setan Keshi bertanya pada raja Kamsa, "Bagaimana aku akan mengenali Krishna?" Kamsa mengatakan kepadanya bahwa itu sangat mudah, karena Krishna akan menjadi satu-satunya orang yang mengenakan bulu-bulu Merak dan seruling. 

Sementara Balarama sedang menikmati penyamarannya sebagai Kresna untuk satu hari.  Kuda Keshi, menyerbu ke Vrndavana. Melihat Balarama mengenakan bulu Merak di mahkota dan seruling, sesuai dengan apa yang dikatakan raja Kamsa.  Kuda Keshi meraung naik dan menendang Balarama. Tendangan ini benar-benar keras hingga Balarama terjatuh dan pingsan.

Berpikir bahwa ia telah membunuh Krishna, setan Keshi pergi. Balarama tersadar dan mulai menangis. Balarama dadanya masih sakit dan sesak karena tendangan tadi. Balarama sangat lelah. lalu ia kembali ke rumah. Mencapai rumah, Baladewa segera pergi untuk menemui Krishna. Ia mengembalikan seruling dan merak bulu. Balarama berkata kepada Krishna bahwa ia tidak pernah lagi ingin memakainya karena Kuda Keshi telah berusaha membunuhnya karena berpikir bahwa dia adalah Krisna. 

Kemudian Balarama bertemu dengan ibunya Rohini dan jatuh tertidur dalam pelukannya. Krishna kemudian memakai kembali bulu merak dan menyelipkan seruling dipinggangnya  dan berjalan ke desa. Kemudian Shri Krishna bertemu setan kuda Keshi, lalu terjadi pertarungan sengit, akhirnya Krishna mudah membunuhnya.