*** Om Swastyastu.Terima Kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah menyalurkan Dana Punianya Ke Rekening BRI No. 0811-01-028983-53-0 an. Pasraman Ganesha Brahmachari Ashram! Semoga Pendidikan Hindu semakin maju!***

Páginas

Selasa, 17 Februari 2015

Kisah Singkat Shakuntala

Shakuntala adalah seorang gadis cantik yang merupakan anak angkat dari Rsi Kanva. Dia tinggal bersama rusa kesayangannya. Suatu hari, Duswanta, raja Hastinapura, datang berburu di hutan. Dia melihat rusa yang indah dan memanahnya. Shakuntala menemukan rusanya kesakitan dan mencoba menyembuhkannya. Shakuntala mencintai binatang dan kasih sayang kepada hewan menyentuh hati Duswanta dan ia meminta untuk memberi maaf atas kekejamannya. Shakuntala memaafkannya tetapi meminta kepada Duswanta untuk tinggal di hutan selama beberapa hari untuk mengobati rusa yang terluka. Mereka akhirnya jatuh cinta dan menikah. Shakuntala diberikan cincin sebagai tanda kasihnya. Raja Duswanta kemudian kembali ke Kerajaannya dan berjanji kembali lagi membawa Shakuntala ke kerajaan.

Suatu hari, Rsi Durwasa datang tempat tinggal Shakuntala. Dia berulang kali meminta air, tapi Shakuntala selalu memikiran Duswanta dan tidak memperhatikan. Sang Rsi merasa dihina dan menjadi sangat marah. Dikenal karena emosinya, lalu sang Rsi mengutuk Shakuntala mengatakan bahwa orang yang dia sedang pikirkan akan melupakannya. Ketika Shakuntala mendengar kutukan itu, dia ketakutan dan memohon kepada Sang Rsi untuk memaafkannya. Rsi mengatakan bahwa ia tidak bisa menarik kembali kutukan tapi dia bisa merubahnya, jika Shakuntala menunjukkan kepada Duswanta sesuatu yang telah diberikan padanya maka dia akan ingat lagi tentang dia.
 
Karena kutukan itu Duswanta lupa dengan Shakuntala. Setelah hari demi hari menunggu dia untuk kembali, Shakuntala memutuskan untuk pergi ke Kerajaan untuk menemuinya. Dalam perjalanan, ketika Shakuntala sedang menyeberangi sungai, cincin kawinnya jatuh ke dalam air. Ketika Shakuntala tiba di istana, raja tidak mengenalinya. Dia meminta dia untuk membuktikan identitas, tapi Shakuntala tidak memiliki cincin lagi. Dia menangis dan mengatakan kepada raja tentang kebersamaan mereka di hutan, tapi dia tidak bisa mengingat apa pun. Merasa sedih lalu Shakuntala meninggalkan istana.
 
Malu untuk kembali ke rumah ayahnya, ia mulai hidup sendiri di hutan di mana ia melahirkan seorang putra. Dia memanggilnya Bharata. Bharata adalah seorang anak pemberani. Ia dibesarkan di antara binatang hutan dan bermain dengan binatang liar.
 
Suatu hari di istana raja, nelayan menemukan cicin dan membawanya kepada raja. Dia mengatakan kepada raja bahwa ia telah menemukan cincin di dalam perut ikan. Begitu raja melihat cincin, kutukan hilang dan raja kembali ingat tentang Shakuntala. Dia lalu bergegas ke hutan untuk mencarinya, tapi tidak bisa menemukannya. Dalam keputusasaan, ia kembali ke istananya.
 
Beberapa tahun berlalu. Raja kembali pergi berburu di hutan. Di sana ia terkejut menemukan seorang anak bermain dengan anak singa. Anak itu tanpa rasa takut dan berkata kepada Singa, "Wahai raja hutan! Buka mulutmu lebar-lebar, jadi saya bisa menghitung gigimu." Raja mendekati anak itu dan bertanya kepadanya tentang orang tuanya. Anak kecil menjawab bahwa ia adalah putra raja Duswanta dan Shakuntala. Duswanta sangat senang telah menemukan Shakuntala dan meminta kepada anak itu untuk membawanya ke ibunya. Keluarga itu bersatu, Duswanta, Shakuntala dan Bharata bersama ke Hastinapura. Akhirnya Bharata tumbuh menjadi seorang raja besar.



Biarkanlah Hidup Ini Mengalir....

When I was just a child in school,
I asked my teacher, "What will I try?
Should I paint pictures?
Should I sing songs?"
This was her wise reply:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."

When I grew up and fell in love,
I asked my sweetheart, "What lies ahead?
Will we have rainbows
Day after day?"
Here's what my sweetheart said:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."


Now I have children of my own.
They ask their mother, "What will I be?
Will I be handsome?
Will I be rich?"
I tell them tenderly:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be.
Que sera, sera!"

written by Jay Livingston and Ray Evans

^_^

Seorang gadis kecil bertanya pada ibunya tentang masa depannya.
Apakah dia bisa jadi kaya dan ayu?
Ataukah dia akan jadi miskin papa?
 

Sang Ibu dengan bijak menjawab :
Biarlah masa depan mengalir dengan sendirinya.
Tugas manusia hanyalah berusaha untuk meraihnya.
Bukan menentukan.
Bukan pusing memikirkannya.
Biarlah masa depan tetap menjadi masa depan.
Tidak perlu dikhawatirkan dari sekarang.
Biarlah yang akan terjadi di masa depan terjadilah!
duniashinichi.blogspot.com

Que Sera Sera!
Apa yang akan terjadi, terjadilah!
Biarlah jiwa ksatria tumbuh dalam jiwa manusia
Tabah dalam menghadapi kenyataan yang akan dihadapi di masa depan.
Nikmati masa sekarang, pasrah pada-Nya tentang masa depan.


Que Sera Sera adalah sebuah lagu keren tentang hidup sekarang dan hidup di masa depan. Lagu yang dipetik dari sound track film Alfred Hitchcock ini menarik garis tegas untuk membatasi rasa takut. Seolah-olah hendak berpesan untuk hiduplah di masa sekarang!

Jangan takuti masa depan!. Jangan biarkan masa depan membuat manusia resah dan gelisah sejak saat ini. Jangan biarkan rasa resah dan gelisah menghalangi langkah manusia dalam mempersiapkan masa depan. Jangan sampai kebahagiaan saat ini dikacaukan oleh kekhawatiran tentang masa depan. 


Biarlah kekhawatiran masa depan berada di masa depan, jangan dipaksa hadir sekarang. Biarlah keindahan bunga-bunga padang rumput dimusim hujan menghiasi kehidupan manusia, tanpa diganggu pikiran bahwa bunga-bunga itu akan kering di musim kemarau.

Kumpulan dari beberapa sumber.