*** Om Swastyastu.Selamat Datang di Website Lembaga Pendidikan Pasraman Ganesha Brahmachari.Om Santih Santih Santih Om***

Páginas

COK BAKAL SESAJI JAWA UNTUK BHUTA KALA


Om Swastyastu,
Salam Rahayu sadhayanipun..

Kali ini ada sedikit ulasan artikel yang saya ambil dari postingan Facebook  Mas Nandito Negeri Seribu Candi. Ulasannya tentang Bebanten atau kalau orang jawa menyebutnya Sesajen. Salah satunya adalah Cok Bakal.
  
TUJUAN:
Agar manusia dan alam lingkungan di sekitar kita tidak ikuti kehendak Bhuta Kala.
ISTILAH:
"Penebusan" karena memang ini untuk upeti bagi Bhuta Kala yaitu semacam Dewa yang sifatnya menagih.
Jangan sebut ini persembahan atau suguhan.

SAAT PENEBUSAN:
Diletakkan boleh di depan pintu rumah, gerbang, sumur, tepi sungai, tepi laut, jembatan, persimpangan, ruangan acara, kamar mandi, kamar tidur.
Umumnya orang Jawa menebus 3 hari sebelum hari H acara utama.
BAHAN-BAHAN:
1. Wadah utama apa saja, umumnya dari daun agar nantinya hancur ke tanah.
2. Wadah kecil / Takir isi sepasang batok gula kelapa dan beras putih
3. Takir isi aneka bumbu jumlah ganjil: bawang putih, bawang merah, bawang bombai, garam, cabai, merica, ketumbar.
4. Takir isi aneka biji-bijian jumlah macam ganjil: keluwak/pangi, kemiri, kacang merah, kacang hijau, kacang tholo, kacang kedelai, wijen.
5. Takir isi kinangan jangkep (pinang, gambir/getah pinang, irisan tembakau, daun sirih, kapur)
6. Takir isi irisan aneka buah jumlah macam ganjil.
7. Takir isi kembang telon / 3 macam bunga lambang Tri Murti (mawar merah, kenanga, melati). Orang Jawa tak mau ganti melati dengan cempaka/kanthil karena bunyi nama kanthil mirip nginthil (ngikut).
8. Takir isi akar-akar jamu jumlah macam ganjil: temu lawak, temu giring, temu kunci, jahe, kunyit, kencur, lengkuas.
9. Uang receh
10. Gantal / daun sirih dipilin lalu diikat benang lawe. Zaman dahulu kala para spiritualis pakai gantal dengan mantra khusus utk buyarkan bentuk palsu orang yang menjelma pihak lain.
11.Tumpeng cilik pangider ider, lambang 4 penjuru mata angin yang peletakannya disesuaikan Dewata Nawa Sanga.
- ketan hitam di utara
- beras putih di timur
- beras merah di selatan
- ketan putih diwarna kunyit di barat
- campuran semua ketan beras tadi di tengah
5 tumpeng kecil ini diletakkan di atas semua bahan yg tersusun rapi di bawahnya.

12. Air putih boleh dipercikkan atau diletakkan pakai wadah daun.
-------------------------------
Saya penganut Ahimsa jadi tanpa bahan dari tubuh binatang yaitu: ikan asin dan terasi. Saya tidak sempat beli cermin kecil dan sisir kecil. Sesaji (upakara) Jawa sangat mudah dan cepat dalam pembuatannya. Bahan baku silakan dari apa saja tak harus sama dengan yang di atas, misal kacang merah diganti kacang mete, silakan. Semua bahan baku disesuaikan dengan keadaan tersedia di tempat kita tinggal. Kalau bisa bikin secara lengkap itu bagus. 

Kalau tak bisa lengkap tak masalah karena upakara syaratnya:
1. Sukhla
2. Tulus / Lascarya
3. Mantra yang sesuai

Sesaji Jawa adalah hasil pemikiran para winasis (spiritualis ber-widya luas).
Salah satu ajaran Sanatana Dharma adalah "Penghormatan Kepada Leluhur" yaitu bisa diartikan dengan memakai peninggalannya. Itulah sebabnya kita sembahyang pakai pakaian leluhur kita, bukan pakai kimono (pakaian Jepang) atau gaun (pakaian Eropa).

2 komentar: